Tarombo


Tarombo

"Tarombo" is a term for 'genealogy' in Bataknese culture/language.Bataknese believe that they all come from the same ancestor: Siraja Batak. They keep the genealogy line traced back to this ancestor. Its origins have been clouded by legend.

For detail information about tarombo, Marga or Family name list go to [http://www.tarombo.net Tarombo Keluarga Batak Online] , [http://www.tarombo.com Tarombo.Com | Family Tree, Genealogy, Ancestry Batak - Home]

Silsilah atau tarombo merupakan suatu hal yang sangat penting bagi orang Batak (Silindung-Samosir-Humbang-Toba). Bagi mereka yang tidak mengetahui silsilahnya akan dianggap sebagai orang Batak kesasar (nalilu). Orang Batak khusunya kaum Adam diwajibkan mengetahui silsilahnya minimal nenek moyangnya yang menurunkan marganya dan teman semarganya (dongan tubu). Hal ini diperlukan agar mengetahui letak kekerabatannya (partuturanna) dalam suatu klan atau marga.

Berikut ini salah satu silsilah atau tarombo dalam masyarakat Batak.

RAJA NAIPOSPOS

Raja Naipospos mempunyai 5 (lima) orang putera yang secara berurutan, yaitu:
# Donda Hopol, yang merupakan cikal-bakal marga Sibagariang
# Donda Ujung, yang merupakan cikal-bakal marga Huta Uruk
# Ujung Tinumpak, yang merupakan cikal-bakal marga Simanungkalit
# Jamita Mangaraja, yang merupakan cikal-bakal marga Situmeang
# Marbun, yang merupakan cikal-bakal marga Marbun Lumban Batu, Marbun Banjar Nahor, Marbun Lumban Gaol

Marga-marga keturunan NAIPOSPOS SILIMA SADA AMA (SIBAGARIANG-HUTAURUK-SIMANUNGKALIT-SITUMEANG-MARBUN LUMBANBATU-MARBUN BANJARNAHOR-MARBUN LUMBANGAOL) merupakan marga-marga dalam suku bangsa Batak khususnya Batak Silindung.

Seluruh keturunan Raja Nipospos diikat janji "(padan)" untuk tidak kawin dengan keturunan Raja Oloan yang bermarga Sihotang. Sehingga Sihotang disebut sebagai dongan padan.

Gelar lain Raja Naipospos adalah MARTUASAME. Gelar Martuasame ini didapat Raja Naipospos karena dia mengambil isteri yang kakak-beradik.

Berikut ini penjelasan mengenai:
* Silsilah Naipospos
* Raja Naipospos dan keturunannya

SILSILAH NAIPOSPOS

Raja Naipospos merupakan putera bungsu dari 8 (delapan) bersaudara, yaitu: Sibagotnipohan, Sipaettua, Silahisabungan, Raja Oloan, Raja Hutalima, Raja Sumba, Raja Sobu, Raja Naipospos. Anak laki-laki 8 (delapan) bersaudara itu merupakan hasil perkawinan Tuan Sorbadibanua dengan Nai Antingmalela boru Pasaribu sebagai isteri I (pertama) dan Boru Sibasopaet sebagai isteri II (kedua). Raja Sumaba, Raja Sobu, dan Raja Naipospos merupakan hasil perkawianan Tuan Sorbadibanua dengan Boru Sibasopaet yang konon dikatakan sebagai puteri Kerajaan Majapahit.

RAJA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA

Setelah keturunan Tuan Sorbadibanua dari isterinyanya Nai Antingmalela boru Pasaribu berpisah dengan keturunan Tuan Sorbadibanua dari isterinya Boru Sibasopaet, maka Raja Naipospos membuka perkampungannya di Dolok Imun, tepatnya dekat Desa Hutaraja, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara sekarang.

Raja Naipospos mempunyai 2 (dua) orang isteri yang merupakan kaka-beradik (marpariban) boru Pasaribu. Penyebab Raja Naipospos mengambil dua isteri karena Naipospos tidak sabar menunggu buah kasih sayangnya dengan isteri I (pertama) boru Pasaribu. Sehingga dengan diam-diam Raja Naipospos mengambil isteri II (kedua) yang adalah adik sendiri isteri I (pertama). Tetapi alangkah tak disangka isteri I (pertama) dan isteri II (kedua) sama-sama mengandung. Dan isteri I (pertama) pun lebih dahulu melahirkan anak bagi Raja Naipospos yang kemudian diberi nama Donda Hopol. Setelah Donda Hopol lahir kemudian isteri II (kedua) pun melahirkan anak bagi Raja Naipospos dan diberi nama Marbun. Isteri I (pertama) pun kemudian melahirkan 3 (tiga) orang putera lagi bagi Raja Naipospos, yaitu: Donda Ujung, Ujung Tinumpak, Jamita Mangaraja. Sedangkan putera dari isteri II (kedua) hanyalah Marbun. Sehingga Marbunlah yang dianggap sebagai putera bungsu karean dalam silsilah Batak bahwa isteri yang memberi putera sulung bagi suaminya, putera-puteranya akan dianggap lebih sulung dan ditulis lebih dahulu kemudian diikuti keturunan isteri lainnya. Jadi, putera Raja Naipospos adalah sebanyak 5 (lima) orang, yaitu:
# Donda Hopol, yang merupakan cikal-bakal marga Sibagariang
# Donda Ujung, yang merupakan cikal-bakal marga Hutauruk*
# Ujung Tinumpak, yang merupakan cikal-bakal marga Simanungkalit
# Jamita Mangaraja, yang merupakan cikal-bakal marga Situmeang
# Marbun, yang merupakan cikal-bakal marga Marbun Lumbanbatu*, Marbun Banjarnahor*, Marbun Lumbangaol*

"*Penulisan marga yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)"

DONDA HOPOL (SIBAGARIANG)

Donda Hopol adalah putera sulung Raja Naipospos dari hasil perkawinannya dengan isteri I (pertama) boru Pasaribu. Keturunan Donda Hopol pada awalnya bermarga Sinagabariang. Kemudian karena sesuatu hal menjadi Sibagariang. Hingga kini keturunan Donda Hopol bermarga NAIPOSPOS SIBAGARIANG.

DONDA UJUNG (HUTAURUK)

Donda Ujung adalah putera kedua Raja Naipospos dari hasil perkawinannya dengan isteri I (pertama) boru Pasaribu. Keturunan Donda Ujung bermarga Hutauruk. Hingga kini keturunan Donda Ujung bermarga NAIPOSPOS HUTAURUK.

UJUNG TINUMPAK (SIMANUNGKALIT)

Ujung Tinumpak adalah putera ketiga Raja Naipospos dari hasil perkawinannya dengan isteri I (pertama) boru Pasaribu. Keturunan Ujung Tinumpak bermarga Simanungkalit. Hingga kini keturunan Ujung Tinumpak bermarga NAIPOSPOS SIMANUNGKALIT.

JAMITA MANGARAJA (SITUMEANG)

Jamita Mangaraja adalah putera keempat Raja Naipospos dari hasil perkawinannya dengan isteri I (pertama) boru Pasaribu. Keturunan Jamita Mangaraja bermarga Situmeang. Hingga kini keturunan Jamita Mangaraja bermarga NAIPOSPOS SITUMEANG.

MARBUN

Marbun adalah putera bungsu Raja Naipospos dari hasil perkawinannya dengan isteri II (kedua) boru Pasaribu. Marbun mempunyai 3 (tiga) orang putera yang secara berurutan, yaitu:

# Lumban Batu, yang merupakan cikal-bakal marga Marbun Lumbanbatu
# Banjar Nahor, yang merupakan cikal-bakal marga Marbun Banjarnahor
# Lumban Gaol, yang merupakan cikal-bakal marga Marbun LumbangaolHingga kini keturunan Marbun bermarga NAIPOSPOS MARBUN LUMBANBATU, NAIPOSPOS MARBUN BANJARNAHOR, NAIPOSPOS MARBUN LUMBANGAOL.

PENDAPAT LAINSaat ini begitu banyak pendapat tentang keturunan Raja Naipospos. Berikut ini 2 (dua) pendapat yang memang tak dapat dibuktikan kebenarannya namun sangat berkembang dan acap kali menjadi bahan pertentangan diantara keturunan Raja Naipospos.

* Raja Naipospos mempunyai dua orang putera yang secara berurutan, yaitu: # Toga Sipoholon, yang merupakan cikal-bakal marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang # Toga Marbun, yang merupakan cikal bakal marga Lumbanbatu, Banjarnahor, Lumbangaol

* Raja Naipospos mempunyai dua orang putera yang secara berurutan, yaitu: # Toga Marbun, yang merupakan cikal bakal marga Lumbanbatu, Banjarnahor, Lumbangaol # Toga Sipoholon, yang merupakan cikal-bakal marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang

Dua pendapat di atas jelas-jelas adalah salah.

Mengenai Toga Sipoholon bahwa kisah hidup Toga Sipoholon hingga saat ini tidak dapat dibuktikan atau diketahui, karena memang Sipoholon bukanlah nama putera Raja Naipospos melainkan salah satu nama daerah persebaran keturunan Raja Naipospos. Dan senadainya Sipoholon adalah ayahanda Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, tentu Sipoholon akan dijadikan menjadi marga seperti halnya Marbun. Namun Sipoholon bukanlah ayahanda Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, sehingga Sipoholon tidak penah dan tidak akan pernah menjadi marga.

Mengenai pendapat yang mengatakan Marbun sebagai putera sulung Raja Naipospos, itu merupakan hanyalah karena unsure kepentingan individual agar lebih dihormati. Yang meninggikan akan direndahkan, tetapi yang merendahkan akan ditinggikan.

Mengenai siapa yang pertama sekali mengutarakan dua pendapat di atas tidaklah penting. Yang terpenting sekarang adalah agar kembali ke silsilah (tarombo) Raja Naipospos dahulu kala, yaitu: Raja Naipospos mempunyai 5 (lima) orang putera (SIBAGARIANG-HUTAURUK-SIMANUNGKALIT-MARBUN).

NAIPOSPOS SILIMA SADA AMA PITU MARGA.

HORAS! HORAS! HORAS!


Wikimedia Foundation. 2010.

Look at other dictionaries:

  • Batak (Indonesia) — ethnic group group=batak poptime=9 million popplace=North Sumatra: 5.6 million langs=Batak languages (Alas Kluet, Angkola, Dairi, Karo, Mandailing, Simalungun, Toba), Malay, Indonesian rels=Christian, Muslim, Parmalim, Hinduism related=MalayBatak …   Wikipedia


Share the article and excerpts

Direct link
Do a right-click on the link above
and select “Copy Link”

We are using cookies for the best presentation of our site. Continuing to use this site, you agree with this.